Market Trend, Trend Follower Vs Trend Counter

Posted on Nov 28, 2012

Kondisi pasar yang bergerak naik-turun dengan cepat cenderung membuat semua pelakunya ingin mendapatkan keuntungan dalam keadaan apa pun, tidak terkecuali kita. Mayoritas trader meyakini tidak ada transaksi yang lebih menguntungkan melebihi  transaksi dengan mengikuti market trend. Namun, ternyata ada juga loh sebaliknya.

Dalam melihat market trend ada dua kategori trader yang bermain di dalamnya. Ada yang memilih menjadi trend follower dan ada juga yang bermain sebagai trend counter. Sedikit banyaknya ada pertentangan terkait hal ini, meskipun tidak ada jawaban yang pasti! Di sini, MRG Trade tidak akan memperpanjang perdebatan.

Ilustasi trend follower dan trend counter

Trend Follower bagi Mereka yang Bermain Aman!

Ada dua kondisi dominan yang mempengaruhi market trend, yaitu uptrend dan downtrend. Bagi trend follower tentunya diwajibkan mengambil posisi buy saat uptrend dan posisi sell saat downtrend. Alasan kenapa mereka mengikuti trend market ialah selain bersifat low risk juga dapat memperbesar peluang profit.

“Follow the trend – trend is your friend”

Jika dilihat dari situasi dan kondisi yang tidak jelas. Kita tidak pernah mengetahui kapan market akan berubah, kita hanya mampu memprediksikan kapan market akan berubah, dengan kata lain marketlah yang memutuskan. Sebagai trader tentunya kita hanya bisa mengikuti perubahan yang telah ditentukan oleh market. ”History repeat itself”, kecenderungan dan pola yang terjadi dalam market bisa dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan dalam bertransaksi, jelas peluang untuk meraih profit lebih besar di sini.

Sebagian besar pelaku pasar adalah seorang trend follower. Mereka mulai masuk ke pasar ketika trend sudah terbentuk. Para trend follower ini biasanya menggunakan analisa teknikal seperti Moving Average untuk menentukan entry point. Seorang fundamentalis juga bisa menggunakan analisa fundamental berdasarkan event-event dan news yang terjadi ke depannya serta merangkumnya dalam menentukan apakah trend berlangsung jangka panjang atau tidak.

So, bagi mereka yang ingin bermain aman tidak ada pilihan selain menjadi trend follower, apalagi jika trend berjalan mulus. Dengan alasan apa kita harus melawan trend?

Trend Counter bagi Mereka yang Berpengalaman dan Menginginkan Tantangan

Bagi trend follower mungkin pemikiran di atas ada benarnya, tetapi tidak bagi trader yang sudah berpengalaman ataupun yang menginginkan tantangan. MRG Trade mengamati bahwa dalam situasi tertentu mereka justru mengambil posisi yang berlawanan arah dengan market trend, buy ketika pasar mengalami posisi bearish dan sell pada saat market sedang mengalami bullish. Trader seperti ini biasanya dikenal dengan istilah “contrarian trader

“Greed when other fear and fear when other greed”
Warren Buffett

Warren Buffeit adalah contoh fenomenal dari trader yang menerapkan counter trend. Mungkin bagi sebagian trader normal hal ini dianggap sesuatu yang gila dan tidak masuk akal. Bagi mereka yang bermain secara frontal, waktu terbaik untuk mengambil posisi adalah di saat trader lain tidak berani melakukannya.

Seorang contrarian trader biasanya memanfaatkan perilaku manusia meliputi nalar, emosi, keserakahan dan ketakutan dalam menyikapi pergerakan market. Sebagai contoh, ketika market sedang bagus dan mengalami bullish secara signifikan, mayoritas trader cenderung mengambil posisi buy dengan mudah. Di sinilah contrarian trader biasanya melakukan open position yang melawan tren. Dengan memprediksikan terjadinya koreksi yang akan terjadi di market.

Mereka biasanya menggunakan analisa teknikal seperti Fibonacci Retracement untuk memprediksikan terjadinya koreksi market atau menggunakan Volatility Index (VIX) yang mengukur sejauh mana tingkat optimis dan pesimis para pelaku pasar.

Menjadi seorang trend counter tidaklah mudah, tingkat pemahaman dan pengalaman trading serta mental yang kuat adalah prioritas. Melihat pergerakan harga yang kuat tentunya seorang trend counter haruslah lebih kuat. “Buy Low, Sell High” adalah motivasi utama contrarian trader untuk melakukan trend counter. Dimana ketika mereka berhasil melakukannya, maka profit yang didapatkan akan optimal.

The Fact!!!

Bertrading sesuai dengan arah market trend bukanlah merupakan hal yang asing bagi kebanyakan trader. Kita selalu mendapat penjelasan dan informasi menyangkut hal tersebut. Yang perlu dilakukan adalah mematuhi rambu-rambu yang telah ditetapkan secara disiplin. Meski ada kalanya menerima kerugian, tetapi itu tidaklah sebesar jika kita loss dengan posisi sebagai trend counter.

Sebaliknya, dengan jarang tersedianya informasi mengenai hal yang berkaitan dengan trend counter, transaksi yang dilakukan dapat berakibat fatal apabila mereka tidak mampu mengendalikannya. MRG Trade mengamati bahwa secara teori memasang OP yang terjadi di akhir trend memang lebih menguntungkan, terlebih jika kita bisa melakukannya tepat di waktu trend mendekati titik jenuh (buy di range terbawah maupun sell di range tertinggi).

Tapi tentu saja itu bukanlah hal yang mudah! Bayangkan, berapa besar floating yang harus kita tanggung bila kita salah menentukan keputusan ketika mencoba menjadi seorang trend counter, sementara kita tidak pernah akan tahu kapan trend itu sendiri akan berujung ketika analisa kita mengalami kesalahan.

Besarnya risiko yang harus ditanggung cenderung membuat mayoritas trader enggan melakukannya!

Kesimpulan

Over all memang semua itu sah-sah saja selagi mereka tetap dapat mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu profit. Melawan market trend memang berisiko, tapi tentu saja risiko itu tidak berarti jika kita termasuk ke dalam kategori big player.

Seperti halnya Warren Buffett dan George Soros yang mampu menahan risiko besar dan menciptakan jalurnya sendiri di luar kondisi market. Tapi tentu saja mereka adalah the big playernya.

Selama kita hanyalah trader retail yang mampu menahan laju risiko kegagalan dalam skala kecil, alangkah baiknya jika kita memilih menjadi trend follower.

Jadi pikirkan lagi, apakah kita mampu untuk melawan market trend?

3 comments

  • Hello, guest
  • Orang yang melawan arus(Trend) akan dimakan mentah2 oleh Market, dan orang yang menentang Ratu akan di "CUT". Itu tergantung dari pada keberanian orang tersebut melihat floating loss di layar anda, apakah anda siap melihat floating loss 50 pips, kl sy sarankan.. jangan, karena anda main day trade bukan risk taker sejati seperti Father risk taker(bapaknya Spekulan) Geogre Soros yg punya uang banyak dan siap menerima resiko dan tahu akan jadi apa nantinya.. salam Profit