Strategi Trading Momentum Jangka Pendek

Posted on May 04, 2011

short term tradingMayoritas trader cenderung trading secara short term. Alasan kenapa hal ini terjadi adalah, kebanyakan dari kita tidak sabar menunggu seharian untuk mendapatkan momen trading yang tepat, tetapi bisa jadi tangan Anda gatal saat sedang memandangi MetaTrader 😀

Berdasarkan pengamatan MRG Trade pada tipe trader seperti ini, mereka cenderung untuk mendapatkan profit sesegera mungkin. Mereka mungkin akan senang untuk meraih 10 pips selama 10 kali dalam satu hari daripada menuai profit 100 pips dalam 1 posisi dengan mengalami floating loss terlebih dahulu. Strategi yang cocok untuk trader seperti ini adalah strategi momentum jangka pendek.

Strategi trading momentum jangka pendek

Ada 3 buah indikator yang diperlukan untuk menggunakan strategi ini,

  1. 20-day exponential moving average (EMA).
  2. 100-day simple moving average (SMA).
  3. Moving average convergence/divergence (MACD) – setting default.

20-day exponential moving average (EMA) digunakan untuk membaca momentum pergerakan chart yang baru terjadi. 100-day simple moving average (SMA) digunakan untuk memastikan jika kita hanya mengambil open position yang sejalan dengan arah trend. MACD digunakan untuk mengukur kekuatan momentum dan menyaring signal yang salah.

analisa teknikal short term

Petunjuk menggunakan strategi momentum jangka pendek

Open position BUY

  • Setting chart Anda dalam timeframe 5 menit.
  • Temukan pair mata uang yang “berjalan” dibawah 20-day exponential moving average (EMA) dan 100-day simple moving average (SMA).
  • Tunggu sampai chart memotong kedua indikator moving average sebanyak 15 pips dan pastikan MACD sudah berada di level positif tidak lebih dari 5 candle.
  • Tempatkan stop loss pada harga low di candle yang memotong kedua moving average.

Open position SELL

  • Setting chart anda dalam timeframe 5 menit.
  • Temukan pair mata uang yang “berjalan” diatas 20-day exponential moving average (EMA) dan 100-day simple moving average (SMA).
  • Tunggu sampai chart memotong kedua indikator moving average sebanyak 15 pips dan pastikan MACD sudah berada di level negatif tidak lebih dari 5 candle.
  • Tempatkan stop loss pada harga high di candle yang memotong kedua moving average.

Menurut kami di MRG Trade, logika di balik strategi ini adalah, kita melakukan open position buy / sell saat momentum berada di pihak kita. Strategi ini juga dapat digunakan oleh long-term trader untuk menentukan titik open position yang bagus.

Bagaimana dengan Anda? Pernahkah Anda mencoba strategi ini?
Silahkan sharing bersama-sama di sini 🙂

3 comments

  • Hello, guest
  • Saya masih newbie nich mas, kalau untuk setting MACD standar gimana ya ? soalnya bingung parameter apa aja yang harus di rubah, yang saya keluarnya beda dengan yang di gambar. Thanks sebelumnya